Tentang UN dan 'Generasi Penerus Bangsa'

April 13, 2013

Assalamualaikum Wr Wb

This post will be in Bahasa Indonesia, long, and no photo (or even sketch). I've warned you.

Jadi, saya harus mulai dari mana ya?

LAH.

Oke, jadi tadi pagi sewaktu bangun tidur, saya dapet broadcast message di BBM. Karena saya masih gak sadar diri, jadi BM itu baru saya bener-bener baca barusan. Sebelum saya ngomong panjang kali lebar kali tinggi, mari kita simak apa yang saya dapet tadi pagi...

Pemerintah. Dinas Pendidikan.

Kami para pelajar itu penerus bangsa. Kami ujian hanya dengan 5 paket saja sibuk cari bocoran di mana-mana. Takut gak lulus. Tahun ini perlu digaris bawahi, kami dijadikan kelinci percobaan dengan Ujian Nasional 20 paket dan katanya akan ditambah 30 paket, agar bocoran tidak tersebar. Dan parahnya kode soal bukan berbentuk tulisan, tetapi berbentuk barcode. Sehingga akan sulit untuk mengeetahui kode soal tersebut. Jika tahun ini kami gagal UN, maka tahun depan akan diringankan. Tapi bagaimana dengan kami yang gagal UN tahun ini? Kemarin ada berita bahwa seorang siswi stress karena UN 20 paket dan melakukan bunuh diri. Kami siswa tidak menguasai 'semua' mata pelajaran. Kami mempunyai ahli di bidang masing-masing. Coba kalo UN 20 atau 30 paket itu dipraktekan ke Dinas Pendidikan sendiri, mungkin hanya 0,000000000001% yang bisa lulus.

Ingat, kami ini bukan binatang peliharaan, kami bukan robot, kami bukan kelinci percobaan. Kami ini penerus bangsa, generasi bangsa yang diperlukan untuk memajukan negara kita. Dan mungkin dari sekian banyak dari kami, ada beberapa orang yang bisa 'benar-benar becus' dalam mengurus negara ini. Tidak seperti menteri yang tidur makin lama makin banyak gaji. Mungkin ada yang bisa benar-benar mentuntaskan korupsi dan hutang-hutang negara. Kalau memang kalian lebih pintar, dan menjamin bisa lulus jika bisa dibuat UN 20 paket, kenapa sampai sekarang masalah-masalah tersebut belum selesai.
Cuman ini yang bisa diungkapkan. Mohon lanjutkan BM ini, demi kebaikan kalian yang akan mengikuti UN. Teruskan biar sampe ke Presiden. Gue share karena gue setuju. SBC.

Nah.

Itu dia.

Saya bahkan gak tau harus ngomentarin yang mana dulu. Pesan ini saya dapet dari salah satu kontak BBM saya, dan trust me, setiap katanya menggunakan huruf kapital. Jadi saya bacanya kayak ada yang teriak di kepala saya. Oke, ini gak begitu penting.

Sebelumnya, saya mau mengklarifikasi dulu. Saya menulis postingan ini karena saya udah melewati UN tahun kemarin. Jadi, guys, saya tau persis apa yang kalian rasakan. Untuk lebih jelasnya, saya pernah ngepost tentang UN tersebut di link ini.

Sekarang kita mulai ya pembahasannya. *drum rolls*

Pertama kita baca, kita bisa liat ketidak-cocokan antara kalimat pertama dengan kalimat kedua. Bukan, bukan kalimat yang 'pemerintah' dan 'dinas pendidikan', duh. Tapi kalimat 'Kami para pelajar itu penerus bangsa' dan kalimat 'Kami ujian hanya dengan 5 paket saja sibuk cari bocoran di mana-mana'. Agak berbanding terbalik ya? Do you get the point?

Saya tau kalau gak semua remaja Indonesia punya pikiran yang sama dengan si pembuat tulisan protes yang di atas tadi. Bisa jadi ada yang sekarang santai-santai aja karena dia udah memanfaatkan waktu di kelas tiganya dengan baik, malah sekarang dia lagi facebook-an. Ada juga yang sekarang lagi ketar-ketir panik baca buku karena UN tinggal menghitung hari, ada juga yang sebodo amat.

Hampir semua siswa kelas tiga pasti lagi ngerasa insecure. Insecure itu wajar, guys. Saya waktu mau UN juga insecure. Gimana kalo hasilnya jelek? Gimana kalo gak lulus? Gimana kalo pacar mutusin aku AAAKKKK~ dan gimana-gimana lainnya.

Tapi semuanya balik lagi sama diri sendiri. Tingkat ke-insecure-an kalian itu berbanding terbalik sama tingkat kepercayadirian kalian. Semakin kalian percaya sama diri sendiri, you will be less insecure. Trust me, it works. *kemudian pamer otot*

Yang menggelitik dari BM yang saya dapet di atas adalah, mispersepsi hubungan antara 'Generasi Penerus Bangsa' dan 'Harus lulus UN, gimanapun caranya'.

Di dalam hati kecil kalian sendiri, kalian juga pasti tau deskripsi sebenarnya dari Generasi Penerus Bangsa kan? Maaan, Generasi Penerus Bangsa yang bener-bener mau 'nerusin bangsanya' nggak punya kata 'nyontek' dan 'nyari kunci jawaban' di kamus hidupnya. Saya tau, kalian tau itu.

Yang saya dapet dari kata-kata di atas bukan tentang anak-anak bangsa yang mau meneruskan generasi selanjutnya, tapi malah anak-anak ABG yang insecure sama hasil UN-nya dan menutupi semuanya dengan topeng 'generasi penerus bangsa'. 

Karena bagaimanapun bentuknya, generasi penerus bangsa itu gak nyontek. Generasi penerus bangsa itu gak takut kalo dikasih 20 paket soal UN. Karena berapapun paketnya, yang mereka kerjain kan cuma satu paket. Generasi penerus bangsa itu gak bikin kata-kata macam begitu dan menyebarkannya dalam bentuk broadcast message tanpa mencantumkan nama dirinya sendiri. Generasi penerus bangsa itu harus jujur dan bersih. Saya ulangi, generasi penerus bangsa yang becus adalah generasi yang jujur dan bersih. Haruskah saya ulangi tiga kali?

Gimana mau nerusin bangsa kalo UN aja nyontek?

Kalian bisa baca ulang, pada akhirnya malah dia nyalahin oknum pemerintah dan menteri yang gak bener kerjanya kan? Karena apa? Insecure. Dia gak pede sama dirinya sendiri. Mari kita kutip lagi, 'Dan mungkin dari sekian banyak dari kami, ada beberapa orang yang bisa 'benar-benar becus' dalam mengurus negara ini. Tidak seperti menteri yang tidur makin lama makin banyak gaji. Mungkin ada yang bisa benar-benar mentuntaskan korupsi dan hutang-hutang negara.' Ya, dan beberapa orang itu saya percaya adalah mereka yang gak ngerasa terganggu sama UN 20 paket ini.

Dan menurut saya, oknum-oknum pemerintah yang 'tidak becus' dalam mengurus negara ini, oknum-oknum pemerintah yang 'tidur makin lama makin banyak gaji', dan oknum-oknum pemerintah yang 'melakukan korupsi dan menambah hutang negara' adalah mantan siswa dan mahasiswa, yang menyepelekan ketidakjujuran. Yang sama kayak kita, mereka juga melaksanakan UN, tapi pertanyaannya adalah; apakah mereka benar-benar jujur dalam mengerjakannya?

Seriously, guys.

Kalian bisa jadi membenci sistem pemerintahan sekarang ini, kalian bisa jadi mencela para koruptor, kalian bisa jadi mencela mereka yang gak becus ngurus negara. Tapi, bener deh, yang mencelanya juga apakah sudah berusaha jadi yang lebih baik? Kalo kalian mencela para oknum yang gak bener sedangkan untuk UN kalian gak berusaha semaksimal mungkin (baca: cari kunci jawaban), itu sama aja kayak nyela diri sendiri secara nggak langsung. You kiss your own ass, kata temen saya mah.

Ini bukan masalah 'Saya gak pinter kayak dia, jadi wajar kalo saya nyontek'. Bukan. Ini bukan masalah pinter atau bodoh. Seperti yang kita bisa kutip dari banyak sumber, gak ada yang namanya bodoh, semuanya itu gara-gara kita malas. Mungkin di antara kita ada yang lebih milih shopping dari pada ikut bimbel, mungkin di antara kita ada yang lebih milih tidur dari pada belajar, mungkin di antara kita ada yang lebih milih pulang ke rumah dan online dari pada ikut pelajaran tambahan di sekolah. Mereka yang seperti itu yang jadi insecure sama diri sendiri, yang protes karena UN 20 paket, dan pada akhirnya nyalahin (oknum) pemerintah. Lah suruh siapa malah main.

BLAHHHHH. Saya terlalu banyak omong.

Heheh.

Anyway, the point is, saya percaya gak semua anak bangsa punya pikiran yang sama seperti si pembuat BM. Saya yakin, banyak di antara kita punya prinsip jujur dan bersih, dan bener-bener mau meneruskan generasi bangsa.

Saya dan mereka yang jujur juga belum tentu bisa jadi generasi penerus bangsa. Tapi setidaknya kita udah nyoba untuk berprinsip jujur dan bersih (walaupun banyak cibiran, of course), dan saya khususnya ngelakuin ini buat menghargai diri sendiri, orang tua, dan Tuhan.

Sebanyak apapun protesnya, broadcast message thingy ini gak akan bisa ngubah apa-apa, guys. UN is nearly there.

I'm not gonna say sorry about harsh words that maybe offended you, because seriously, generasi kita itu harus nyadar! Harus bangkit dari ke-insecure-an ini, guys! HAH! Capek dah ah ngetiknya.

Maka dengan ini, postingan ini udah nyampe bawah dan udah kepanjangan, saya akhiri sampai sini. Sebenernya banyak yang ada di kepala saya, tapi mungkin segitu dulu yang bisa saya tulis karena saya nggak tau harus yang mana dulu yang dikeluarin.

Tujuan saya dari post ini adalah, saya greget aja dapet BM kayak gitu. Hahah, gak deng. Saya juga pengen sharing sama semuanya, bahwa ketidakjujuran dan pencarian kunci jawaban UN ini harus secepatnya dihentikan sebelum generasi kita jadi penerus generasi koruptor dan oknum-oknum lain. Akhir kata (udah kayak makalah aja), saya nulis ini juga belum tentu saya adalah orang yang paling bener. Tapi saya gak pengen remaja-remaja sekarang nyepelein ketidakjujuran, karena mau gak mau pasti berefek ke masa depan kita dan negara kita nanti.

Pesan saya buat adik-adik kelas yang manis, semangat yaa! Kalian pasti bisa ngelewatinnya. Liat, saya aja masih idup sampe sekarang. Jangan lupa berdoa, dan minta restu sama orang tua.

Salam manis dari saya yang sayang sama negara ini.

Wassalamualaikum Wr Wb

P.S: Yang kasian itu bukan kalian, bro. Yang kasian itu yang bikin soal, harus 20 paket! Gila apah.

6 comments :

  1. Dalam banget tulisannya..
    Dan saya setuju sama kamu..
    Nggak suka aja kalo "lulus UN dengan cara apa aja termasuk nyontek" dikaitin sama "generasi penerus bangsa"..
    Apa banget ya -_-
    Padahal kalo emang selama 3 tahun udah belajar serius, gampang aja soal UN-nya dikerjain~ *ditabok* hahaha
    Yah walaupun lulus atau gaknya di Ujian Nasional gak sepenuhnya menjamin kesuksesan seseorang di masa depan..
    Tapi seenggaknya kan ada usaha untuk sukses di "hal sekecil" itu..
    Saya sebut hal kecil karena masih banyak hal besar daripada UN :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Whah, glad you agree! Jaman sekarang sedikit banget orang yang punya pikiran kayak gini. Malah banyak kakak kelas yang suka ngasih tips & trik nyontek, saya liatnya bengong aja hahaha true that. Jujur kan dimulai dari hal kecil dulu ya. :D

      Delete
  2. Kalau menurutku, nggak apa2 sih UN 20 paket juga, atau mau berapa paket pun, kalau dari awalnya udah siap dan bertekad mau lulus, pasti bisa ngerjainnya dengan jujur dan hasilnya cukup.
    Tapi, pelaksanaannya sendiri harus bener-bener siap, nggak ada soal yang telat, salah soal dan lain-lain, yang malah membuat ribet hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, terus kan aku bikin post ini sebelum tau ternyata pelaksanaan UN tahun ini kacau banget. Mikir juga, naikin jumlah paketnya terlalu banyak (5 ke 20 kan jauh banget), malah jadi repot sendiri akhirnya. Hehehe thanks for reading, anyway. <3

      Delete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. saya netes baca posting ini, tahun depan saya yang bakal menjalankan UN yang entah berapa paket. hem. keren lah. saya suka postingannya.

    ReplyDelete

Theme by: Pish and Posh Designs