Ketika Sudah Sampai

September 16, 2014

Mari berjalan bersamaku.
Melewati banyak tantangan berupa kegiatan membosankan.
Aku tidak menjanjikan padang rumput,
pula tidak menjanjikan hamparan bunga di sisi jalannya.

Mari berjalan bersamaku.
Tapaknya penuh batu dan berkelok-kelok.
Tapi aku selalu membawa botol minum,
serta sapu tangan yang siap mengusap keringatmu.

Mari, silakan ambil tempatnya.
Di sebelahku, agak ke depan sedikit.
Terkadang aku bingung mengambil arah,
terkadang aku butuh tempat merebahkan kepala.

Mari berjalan bersamaku.
Bertukar lagu seraya mengomentari cuaca.
Mengejek dan mencaci maki,
lalu bercantelan jemari lagi.

Ketika aku sudah sampai di ujung sana,
dan kau sudah sampai di ujung sana,
lalu kita bertemu di jalan yang sama arahnya,
mari berjalan bersamaku.

No comments :

Post a Comment

Theme by: Pish and Posh Designs