//

December 14, 2014

Semua kata-kata ini akan dilupakan,
tetapi ia akan selalu tersimpan
di benang gigantis
yang merambat di bawah samudera.

Tak lupa juga lemari dalam otakmu
yang punya luas bermilimeter persegi,
tapi tetap bisa mencegah terjadinya
overdosis susunan kata-kata.

Jangan juga lupakan hatimu,
sebab sangkalan akan tulisanku
yang menurutmu tak sampai kemana-mana,
ternyata bermuara ke sana juga.

Kalimat-kalimat ini adalah gelombang suara, sayang.
Ia tidak menghilang begitu misinya selesai.
Ia terserap oleh pori-pori dinding,
mengubah dirinya sendiri menjadi energi yang lain.

Adalah aku yang menjelma
di tiap kata pada kalimatnya.
Adalah aku yang menyusup sangat dalam,
pada setiap inci benang gigantis,
pada setiap milimeter neuron otakmu,
pada setiap detak jantung hatimu,
pada setiap bisikan dinding-dinding imajimu.

Adalah aku yang bergerilya
menjadi kamu.

No comments :

Post a Comment

Theme by: Pish and Posh Designs