Tentang Saya yang Bingung

December 07, 2014

Saya nggak pintar soal ilmu-ilmu sosial. Saya juga nggak peka sama lingkungan. Mungkin, saya juga nggak peka sama diri sendiri. Saya sering berada pada titik dimana saya berpikir bahwa saya ternyata setidakpeduli itu sama semuanya.

Saya mahasiswa. Saya juga sempat dikaderisasi. Bangsa, tanah air, bangsa, tanah air. Tahu apa saya tentang bangsa dan tanah air? Apa usaha saya untuk tahu tentang hal-hal lain selain saya sendiri, selain membaca selewat artikel-artikel perihal naiknya harga BBM?

Kamu tahu zona nyaman? Ya, saya selalu berada di sana. Omongan-omongan saya tentang 'keluar dari zona nyaman itu diperlukan' ternyata cuma sekecil tahi kuku kalau dibandingkan dengan skala yang lebih besar. Saya terlalu terbiasa dengan dunia. Saya selalu terbiasa dengan sistem yang sedang berjalan di negara ini, di bumi ini. Saya banyak memaklumi.

Lalu buat apa sebenernya saya hidup, bersusah payah mengerjakan tugas sebagai mahasiswa, ikut kegiatan ini-itu, tapi ujung-ujungnya cuma jadi penerus bangsa yang kapitalis, yang cuma mementingkan dirinya sendiri, dan bodo amat sama hal lainnya?

Saya tahu, nggak semua orang punya peran sebagai politikus. Nggak semua orang punya peran sebagai pengurus negara secara administratif. Semua punya perannya masing-masing. Tapi itukah yang selama ini saya jadikan excuse untuk hanya memikirkan masa depan diri sendiri? Untuk mewadahi keinginan saya buat jadi orang sukses dan bahagia?

Ah, nggak tahu. Awalnya saya mau ngebahas tentang analogi bulu kelinci yang ada di buku Dunia Sophie, malah mengerucut jadi skala negara. Pusing ya, ngomongin beginian. Nanti saya tulis lagi kalau pokok pikiran yang berpisah ini udah ada jembatannya di kepala saya.

No comments :

Post a Comment

Theme by: Pish and Posh Designs