Blur

January 12, 2015

Jika kemarin malam adalah bias,
maka kuingin hadir sekali lagi.
Melebur dengan udara,
menguap, tinggi, tinggi.

Semu.
Kupikir aku bahagia.
Tapi aku hanya bodoh.

Kamu tidak akan pernah bisa
memfokuskan refraksimu
untuk melihat
aku.

Tetapi hangatlah,
hangatlah seperti udara
yang menjejali tanah airmu.

Sebab di sanalah eksistensiku.
Berdiri, tidak berlari.
Menunggu,
dan mati berulang kali.

Theme by: Pish and Posh Designs