Romantisme di ITB

November 29, 2015

(Bukan essay Pemira)

Saya nggak tahu gimana kampus lain, tetapi di ITB sering banget diadakan acara. Mulai dari pagelaran seni dan budaya, festival himpunan, pertunjukan teater dan film-film misbar, banyak deh. Saya yang notabenenya jarang ke tempat-tempat jauh cuma buat nyari hiburan, merasa lumayan tercukupi dengan acara-acara di kampus. Menyenangkan ketika melihat unit-unit dan himpunan-himpunan kampus aktif mengadakan acara untuk massa kampus dan masyarakat umum, apalagi gratis ehehe.

Tadi malam saya datang dan menonton pertunjukan yang dibawakan oleh teman-teman Loedroek ITB, namanya Main Gedhe. Lucu! Saya ngakak banget, kayak udah bodo amat yang di kanan-kiri depan-belakang ada siapa. Yang paling bikin ketawa dan memancing tepuk tangan penonton justru adalah sindiran-sindiran internal kampusnya, seperti politik dan birokrasi misalnya.

Hal yang paling romantis dari pertunjukan tadi malam adalah penontonnya yang duduk ngemper di atas karpet, sambil minum teh manis anget dan makanan ringan cimpi seperti keripik singkong dan kacang kulit (jadi inget belum bayar utang teh manis). I mean, dimana lagi kamu bisa menemukan hal-hal seperti ini sekarang?

Kata 'romantis' memang relatif, sih. Setiap orang bisa memaknainya dengan cara yang berbeda-beda. Beberapa orang menganggap romantis adalah berdiri di tengah kerumunan manusia ketika menonton konser musik. Beberapa lagi menganggap romantis adalah makan keripik singkong sambil nonton orang kidungan, seperti saya misalnya. Nggak masalah, yang penting tujuannya sama, untuk bahagia.

Saya senang karena kampus ini masih hidup, masih belum mau mati ketika waktu menunjukkan pukul lima sore, bahkan sebelas malam, bahkan tiga pagi. Saya jadi inget pertanyaan mamang Gojek, begini bunyinya, "Teh, anak ITB kapan tidurnya ya? Kok jam dua, jam tiga pagi masih aja ada yang pesan Gojek."

Tujuan postingan ini sebenernya cuma dalam rangka mengisi entri blog dengan hal sederhana tapi penuh makna (setidaknya untuk saya). Biar nanti kalau saya udah jadi wanita karir lalu menikah lalu punya anak (hahaha), saya bisa mampir ke sini lagi dan ingat bahwa saya dulu pernah bahagia karena ngakak sama temen-temen nonton loedroek sampe teh manisnya tumpah ke karpet (maaf ya).

Terima kasih ya, Loedroek ITB! Semoga makin banyak lagi pertunjukan-pertunjukan yang tujuannya memang untuk menghibur massa. Saya rindu pada hal-hal yang belum pernah saya tahu. Saya rindu pada kesederhanaan berpuluh tahun lalu. Saya rindu pada suara tawa teman-teman saya di pertunjukan selanjutnya.

-

Kepada ciwi-ciwi yang namanya-nggak-usah-disebut-di-sini-karena-biarlah-semua-ini-cuma-kita-yang-rasa, terima kasih ya sudah menambah memori romantis dalam hidup q. Maaf agak klise da kalo aku ngomong langsung mah nggak berani.

3 comments :

  1. Aih, jadi inget waktu nontom focalpoint kemaren, konsep acaranya suka banget. Bisa ikut lompat2 di depan waktu TTATW main, tapi bisa juga sambil tiduran di atas rumput di sebelah teman-teman sambil dengerin suara ERK lagi main dengan pemandangan cahaya panggungnya dari kejauhan, "romantis".

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya yaan! Aku liat foto2nya asik banget. Daaan skrg aku inget nama konser yang mirip2.... Coachella! Wkwk akhirnya aku bisa bales komen kamu.

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete

Theme by: Pish and Posh Designs